Latest News

Ku coba tuk bertahan

Posted by Puisi Cinta Senin, 16 November 2009, under | 0 komentar
Lihatlah bulan disana,
Begitu indah bersinar
Cahayanya begitu teduh,
Untuk semua insan manusia

Namun mengapa tak pernah kurasakan
Sebuah kehangatan dalam malamku,
Dingin, sepi, itu yang terasa olehku
Kesunyian yang terbawa sampai ke mimpi

Kau, adalah bulanku
Mengapa kau tinggalkanku?
Apa karena semua kekuranganku ini?
Apa karena ku tak pantas untukmu?

Aku tak mengerti, sungguh tak mengerti
Kini kau tinggalkan aku sendiri
Memeluk bayangmu,
hanya untuk menemani malamku

Tak dapatkah kau merasa?
Tak dapatkah kau mendengar?
Teriakan dalam hatiku.
Yang selalu saja memanggil namamu

Jika kau dapat melihat aku disini
Yang hancur karena kau tinggalkan,
Mungkinkah kau iba?
Mungkinkah kau kembali padaku?

Sekuatnya, kucoba tuk bertahan
Menyimpan sejuta kenangan bersamamu
Dan mempertahankan harapan
dalam setiap kesunyian yang ku alami

Aku tahu, hatimu keras
Mungkin sekeras batu karang
Namun, cintaku begitu Kuat
Sekuat ombak,yang akan meluluhkan batu karang itu
Dan aku yakin, aku akan bisa mengajakmu terbang
Terbang tinggi diatas awan
Merajut harapan bersama,
Dan cintaku kan tulus untukmu. Selamanya

Sayank...

Posted by Puisi Cinta , under | 0 komentar
Bila kau tahu betapa aku disini selalu menjaga cintaku,
mungkin kau tidak akan pernah meragukan kesetiaanku.
Malam demi malam kulewati sepi bersama khayalku akanmu,
menyebut namamu dalam tidurku adalah hal terindah untukku.

Sayang…
Jangan lagi kau ragukan cintaku.
Aku hanya mencintaimu.
Tiada lain yang ada di hati selain dirimu.

Sayang, percayalah ini hanya salah paham.
Marahi saja diriku jika itu dapat buatmu kembali percaya padaku.
Benci saja diriku jika itu dapat buatmu merindukanku.
Dan bunuh saja aku jika kau tidak lagi mau mencintaiku,
karena aku tidak ingin ada yang lain di hatiku,
selain dirimu, selain kasihmu, selain cintamu.

Sampah

Posted by Puisi Cinta , under | 0 komentar
Menatap indahnya dirimu hadirkan melodi cinta.
Terdengar begitu merdu di dalam kalbu.
Ku coba merangkai kata untuk melodi itu,
agar dirimu dapat mendengar kata cinta dariku.
Hanya selalu gagal aku melakukannya,
karena melodi itu tak pernah bisa kujadikan lagu.
Bukannya aku tak sanggup atau tak mau,
tapi hatimu tak pernah terbuka untukku.
Kata cinta seakan basi untukmu.
Hingga akhirnya aku sadari.
Bukan aku yang pantas mendampingimu.
Hanya dia yang ada di hatimu.
Dialah yang nomor satu untukmu.
Bukan aku….
Aku yang hanya sampah dalam hidupmu.

Duduk di atas awan

Posted by Puisi Cinta , under | 0 komentar
Duduklah di atas awan dan anggap kau di rumahmu sendiri
Kau sekarang ada dalam mimpiku, dalam sebuah buku dalam sebuah puisi

Di mana semua bisa terjadi asal kau membuatnya nyata
Terjunlah ke dalam airku jika tak takut merasa

Tanggalkan sepatu dan pejamkan mata, santailah di atas pasirku
Bergabunglah denganku dalam dunia impianku, railah tanganku

Biarkan aku membagi mimpiku denganmu sampai kau menemukan mimpimu sendiri
Akan kubawa kau ke sana kalau kau percaya, pinjamlah mimpiku ini

Di mana burung adalah kata kata anggun melayang di angkasa
Tinggalkan kekhawatiran, di sini peraturan tak pernah ada

Petiklah bungaku jika kau mau dan tanamlah satu dua butir benih
Warnailah angkasa berbintik bintik jika kau tak menyukai putih

Panjatlah pohonku, hadapi kekuatanmu; hapuslah satu persatu
Pandang dunia dari atas dan jangan biarkan matahari membuatmu terpaku

Ketika dunia mulai hujan dan matahari tak terlihat
Biarkan mimpi mengendalikan pikiran dan membantumu melewatkan malam pekat
Ada tempat dalam mimpiku bagi semua yang mau menjelajah diri
Jadi, duduklah di atas awan dan anggap kau di rumah sendiri.

Memaafkan

Posted by Puisi Cinta , under | 0 komentar
Memaafkan matahari tidak bersinar
Langit mengajak pesiar

Maafkan bintang pemenuh harapan
Bulan menyajikan jamuan

Maafkan hujan atas terpa’annya
Awan tak bisa menahan air matanya

Jangan membenci burung yang bebas
Jangan iri pada sayap mereka yang mengebas

Jangan rintangi angin, dengarkan tangisannya
Atau angin akan melewatimu

Maafkan badai yang tak bermaksud menyiksa
Tak tahan menunjukan pesonanya

Maafkan bumi yang tak pernah berputar
Jangan membenci matahari, karena terlalu terik membakar


Hidup tak dimaksud menimbulkan lara
Bunga mekar karena curah hujan mendera

Badai akan datang dan akan pergi
Matahari yang bersinar, menumbuhkan rumput lagi

Angin tak bisa menahan sengat
Bintang malam hari menerangi langit


Maafkan dunia tempat penghidupan
Damailah kita semua jika memaafkan

Cinta tak sampai

Posted by Puisi Cinta , under | 0 komentar
seandainya saja
aku mengenalmu seblm hatimu hancur
tp bukankah itu berarti keberadaanku akan biasa saja?

aku datang padamu
memungut hatimu yg jatuh di tanah
membersihkannya dg hatiku

betapa banyak lubang yg ada
dan retakan-retakan yg tak terkira
dg pedih, aku mengambil beberapa bagian dr hatiku
mengisi lubang itu dg potongan hatiku

saat hati itu sudah sempurna
bukankah hati itu seharusnya milikku?
krn aku tlah membuat hati itu kembali menjadi berharga

tp aq tak boleh egois
hati itu bukan milikku
saat itu aku hanya bs pergi
dg hatiku yg sudah tak utuh lagi

saat itu pula,
dg menggenggam sdikit serpihan hatimu yg tersisa
aku berkata padamu di dalam hatiku

"suatu saat, hatimu mungkin akan hancur lagi
tp saat itu terjadi, kau slalu bisa kembali padaku
aku masih punya sdikit sisa hatiku utk menambal hatimu yg luka"

dan pada saat itu pun
hatiku akan senantiasa hidup di dalam hatimu

Kiss

Posted by Puisi Cinta , under | 0 komentar
Tundukkan bulu matamu
Dan kau bisa membayangkan wajahku
Aku tersenyuman …

Bukalah mulutmu, berbicaralah dengan hatimu
Dan kau bisa melihat jiwaku
Aku menunggu..

Letakkan lenganmu di sekeliling pinggangku
Dan kau bisa merangkul keraguanku
Aku gemetar…

Letakkan bibirmu di bibirku
Dan coba tangkap aku
Aku jatuh…