seandainya saja
aku mengenalmu seblm hatimu hancur
tp bukankah itu berarti keberadaanku akan biasa saja?
aku datang padamu
memungut hatimu yg jatuh di tanah
membersihkannya dg hatiku
betapa banyak lubang yg ada
dan retakan-retakan yg tak terkira
dg pedih, aku mengambil beberapa bagian dr hatiku
mengisi lubang itu dg potongan hatiku
saat hati itu sudah sempurna
bukankah hati itu seharusnya milikku?
krn aku tlah membuat hati itu kembali menjadi berharga
tp aq tak boleh egois
hati itu bukan milikku
saat itu aku hanya bs pergi
dg hatiku yg sudah tak utuh lagi
saat itu pula,
dg menggenggam sdikit serpihan hatimu yg tersisa
aku berkata padamu di dalam hatiku
"suatu saat, hatimu mungkin akan hancur lagi
tp saat itu terjadi, kau slalu bisa kembali padaku
aku masih punya sdikit sisa hatiku utk menambal hatimu yg luka"
dan pada saat itu pun
hatiku akan senantiasa hidup di dalam hatimu




One Response to "Cinta tak sampai"